Tampilkan postingan dengan label Wisata Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Alam. Tampilkan semua postingan

0 Kampung Toga Sumedang

Berbicara Sumedang, maka yang pertama kali muncul dalam pikiran adalah tahu... :) Ya, Kota Sumedang memang terkenal dengan makanan khas-nya yaitu Tahu Sumedang. Tapi selain tahu, Sumedang juga memiliki tempat wisata alam yang menawarkan pemandangan yang indah. Salah satu tempat wisata yang wajib kamu kunjungi ketika wisata ke Sumedang adalah Kampung Toga.
Kampung Toga merupakan kawasan wisata yang berwawasan lingkungan, di sana kamu akan disuguhi suasana pedesaan khas parahyangan. Lokasinya yang berada di atas perbukitan memberikan pemandangan alam yang menyejukkan mata dan menentramkan hati... :) Kampung Toga memiliki fasilitas yang lengkap untuk bersantai dan menghabiskan waktu berlibur kamu. Fasilitas tersebut antara lain: Villa, Kolam Renang, Restoran, Outbond, paralayang, gantole, Arung Jeram, dan fasilitas lainnya yang bisa kamu nikmati bersama teman atau keluarga.

Lalu dimanakan letak tempat wisata ini? Kampung Toga berada 2 KM dari pusat kota Sumedang. Tepatnya di Jalan Makam Cut Nyak Dien, Gunung Puyuh Desa Sukajaya, Kecamatan Sumedang Selatan. 

Sejarah Kampung Toga Sumedang 

Pada awalnya pendirian Kampung Toga diprakarsai oleh Drs. Samsudin, seorang Pegawai Negeri Sipil yang tinggal di Sumedang. Beliau berkeinginan untuk membedah daerah gersang dan kurang produktif yang berada di sekitar lereng perbukitan daerah Kabupaten Sumedang untuk dijadikan kawasan wisata. Itulah awal gagasan yang terbersit pada tahun 1997 oleh Bapak yang gelar kesarjanaannya didapat dari Universitas Islam Nusantara Bandung jurusan Ekonomi Pembangunan. Menurutnya di Sumedang dirasakan masih sangat kurang adanya obyek wisata untuk dapat menarik pengunjung secara massal dalam satu tempat dengan segala fasilitas yang lengkap demi kepuasan para pengunjung. Konsep wisata inilah yang dapat dikembangkan sesuai dengan keberadaan kabupaten Sumedang yang kaya akan keanekaragaman seni dan budaya serta alam pegunungan yang masih asri ditunjang dengan visi Kabupaten Sumedang menjadi daerah agro bisnis dan pariwisata serta misi pariwisata kabupaten Sumedang mewujudkan daerah pariwisata budaya dan pariwisata lingkungan.

Nah, itulah sekilas info mengenai Kampung Toga di Sumedang. Bagi kamu yang akan berwisata ke Sumedang, maka jangan lewatkan untuk mengunjungi tempat yang satu ini. Info mengenai objek wisata di Sumedang bisa kamu lihat di sini: Tempat Wisata Di Sumedang

0 Mendaki Gunung Rinjani

Mendaki Gunung Rinjani

Gunung Rinjani memiliki pemandangan alam yang sungguh luar biasa, sunrise dan pemandangan spektakuler berupa kaldera merupakan hadiah spesial bagi mereka yang berhasil mendaki Gunung Rinjani. Dan bagi kamu yang hendak mendaki Gunung Rinjani maka diperlukan persiapan yang matang sebab Gunung Rinjani memiliki ketinggian 3726 mdpl. 
Untuk mencapai puncak tertinggi Gunung Rinjani diperlukan waktu sekitar 3 hari 2 malam, oleh karena itu persiapan fisik dan mental mutlak diperlukan. Jika kamu ragu maka kamu bisa menggunakan jasa agen perjalanan wisata yang menawarkan paket trekking Rinjani.     
Waktu terbaik untuk mendaki Gunung Rinjani adalah pada musim kemarau yaitu dari Juli sampai dengan awal November. Pada musim hujan biasanya jalur pendakian ditutup dikarenakan jalurnya yang berbahaya dan untuk keperluan pemulihan. 
Trek pendakian yang panjang dan berat akan membuat kalori dan cairan tubuh banyak keluar, oleh karena itu kamu perlu menggantinya dengan segera. Makanan seperti coklat, kacang dan pisang yang kaya akan potassium akan bermanfaat untuk menambah energi. Minumlah air dengan teratur tapi jangan berlebihan, sedikit-sedikit tapi sering adalah cara paling baik.

Savana Mendaki Gunung Rinjani

Ketika mendaki Gunung Rinjani lindungilah pundak dan muka dengan syal atau sunscreen agar terhindar dari teriknya matahari. Biasanya di daerah dengan elevasi tinggi, udara terasa begitu sejuk meskipun pada siang hari sehingga kita cenderung mengabaikan radiasi matahari langsung karena terasa menghangatkan tubuh. Jika hal itu dibiarkan maka berakibat kulit kita gosong dan melepuh ketika pulang nanti... :) 
Udara semakin tipis dan altitude sickness mengintai siapapun yang menginjakan kakinya diatas ketinggian 2400 meter, karena itu mengenali gejala dan penanggulangannya menjadi suatu hal yang wajib, untungnya hanya sedikit orang yang terkena/mengalami altitude sickness. 
Mendaki gunung akan membuat ritme pernapasan menjadi semakin cepat pertanda dari tubuh yang berusaha mensuplai lebih banyak oksigen untuk disebarkan ke seluruh tubuh, jika gagal bisa berakibat fatal. Pertimbangkan untuk membawa oksigen portable yang harganya terjangkau untuk memperkecil kemungkinan terkena hypoxia.

Sagara Anakan Gunung Rinjani

Hati-hati dengan jalan yang licin dan curam pada saat mendaki Gunung Rinjani, jarak pandang yang pendek serta cuaca buruk yang bisa datang dengan tiba-tiba, di puncak Gunung Rinjani suhu drop dan menjadi sangat dingin ditambah dengan hembusan angin kencang. Bekali diri kamu dengan peralatan yang memadai, seperti: headlamp, pakaian kering, jaket, serta rain coat dan aksesoris lainnya untuk menjaga tubuh tetap hangat. Bawalah hand sanitizer agar kebersihan tetap terjaga, jika sakit perut tak terhindarkan maka persiapkanlah tisu dan air, galilah tanah di tempat yang tidak dilewati pendaki, di gunung beginilah caranya orang buang air besar.
Mirip seperti mendaki Gunung Semeru, menuju puncak Gunung Rinjani menjadi pendakian terberat karena menguras banyak tenaga. Beberapa langkah kita akan dibuat percuma dikarenakan jalur pendakian berupa pasir dan kerikil-kerikil kecil yang tidak kokoh ketika dipijak, trekking pole atau potongan dahan bisa sangat membantu di sini.

Note: Jalur pendakian Gunung Rinjani di awal tahun 2015 ini ditutup selama 3 bulan karena faktor cuaca yang bisa membahayakan pendaki. Jalur pendakian akan dibuka kembali pada bulan april 2015 (Sumber).

0 Mendaki Gunung Semeru

Mendaki Gunung Semeru

Mahameru merupakan nama dari puncak Gunung Semeru, gunung yang selalu menjadi magnet bagi para pecinta alam lokal maupun mancanegara. Daya tarik magis membuat Gunung Semeru semakin diminati, sebagian masyarakat lokal dan Bali mempercayai bahwa Gunung Semeru merupakan rumah tempat bersemayamnya dewa-dewa serta sebagai sarana penghubung antara bumi (manusia) dan khayangan.
Dengan ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl) menobatkan gunung berapi yang masih aktif ini sebagai gunung tertinggi di pulau Jawa. Gunung Semeru terletak di antara wilayah administrasi Kabupaten Malang dan Lumajang dengan posisi geografis antara 8°06' LS dan 120°55' BT.

Waktu Tempuh Mendaki Gunung Semeru 

Waktu tempuh mendaki Gunung Semeru pulang-pergi idealnya diperlukan waktu sekitar empat hari dari mulai naik hingga turun. Tapi jika kamu adalah orang yang berpengalaman dan sudah biasa melakukan pendakian dan tidak memiliki waktu luang yang banyak maka perjalanan dari Ranu Pane – Puncak Mahameru – Ranu Pane bisa ditempuh dengan waktu 2 hari 2 malam dengan skema berikut: 
Bermalam di danau Ranu Kumbolo dan di pagi hari  melanjutkan perjalanan ke Kalimati atau Arcopodo, mendirikan tenda dan istirahat (penting! usahakan untuk beristirahat supaya mental dan fisik kamu siap untuk summit attack) kemudian melakukan summit attack dan kembali ke tenda, istirahat sejenak dan melanjutkan perjalanan kembali ke Ranu Pane.
Ranu Kumbolo Semeru

Mendaki Gunung Semeru sebaiknya tidak dilakukan oleh pemula tanpa ada pendamping yang cukup berpengalaman, hal ini dikarenakan medan pasir yang berat, suhu dan cuaca yang cukup ekstrim serta trek yang panjang menjadi alasannya. Jika kamu pemula dan ingin mendaki Gunung Semeru maka kamu bisa menyewa jasa porter dengan harga 100 ribu s/d 125 ribu per hari, khusus untuk “Bule” harganya 150 ribu per hari. Dengan menggunakan jasa porter kamu bisa menghemat banyak tenaga serta penunjuk jalan pendakian untuk bisa mendaki puncak Mahameru.
Alternatif lainnya bisa saja kamu hanya bermalam di danau Ranu Kumbolo memiliki keindahannya yang luar biasa, atau bisa juga sampai ke Kalimati dan mendirikan tenda di sana sambil menyaksikan letusan-letusan Gunung Semeru. 

Rute dan Transportasi Mendaki Gunung Semeru 

Dari terminal kota malang perjalanan dilanjutkan dengan naik angkutan umum menuju desa Tumpang, lalu disambung dengan naik Jip atau Truk Sayuran yang banyak terdapat di belakang pasar terminal Tumpang dengan biaya per orang Rp.20.000,- hingga Pos Ranu Pane. Di Ranu Pane inilah terdapat Pos pemeriksaan dan juga terdapat warung dan pondok penginapan. Di pos ini juga kamu bisa mencari porter (warga lokal untuk membantu menunjukkan arah pendakian, mengangkat barang dan memasak).
Selain jalur yang biasa dilewati oleh para pendaki yaitu jalur Watu Rejeng, juga ada jalur pintas yang biasa dipakai para pendaki lokal. Hanya saja jalur ini sangat curam dengan melintasi Gunung Ayek-ayek, dari kedua jalur tersebut keduanya mengarah ke Ranu Kumbolo. Setibanya di Ranu Kumbolo biasanya para pendaki mendirikan tenda karena di sini terdapat danau yang memiliki air bersih dengan hamparan perbukitan indah yang memanjakan mata para pendaki. 
Mendaki Gunung Semeru

Dari Ranu Kumbolo perjalanan dilanjutkan dengan melewati padang Oro-oro ombo, yaitu sebuah dataran luas yang indah yang dikelilingi perbukitan. Kamu akan terus berjalan sampai Kalimati dimana kamu akan mendirikan tenda dan beristirahat untuk melakukan summit attack pada dini hari.
Medan terberat mendaki Gunung Semeru adalah ketika sesudah melewati Arcopodo dimana kamu akan melakukan pendakian menuju puncak Gunung Semeru. Medan pasir membuat beberapa langkah kamu akan terasa percuma dan akan menguras tenaga dan mental, di sinilah mental dan fisik kamu di uji karena tak jarang banyak pendaki menyerah dan memutuskan untuk kembali ke tenda mereka. Menggunakan metode trekking pole bisa sedikit membantu ketika melakukan pendakian menuju puncak.

Waktu Terbaik untuk Mendaki Gunung Semeru

Waktu terbaik untuk mendaki Gunung Semeru sebaiknya dilakukan pada musim kemarau yaitu antara bulan Juni, Juli, Agustus, dan September. Tidak disarankan mendaki pada bulan Desember – Maret karena memasuki musim hujan yang pada masa itu sering terjadi badai dan tanah longsor. Biasanya pada periode musim hujan yaitu antara Februari – Mei pengelola taman nasional Bromo Semeru menutup total jalur pendakian Gunung Semeru- Mahameru dalam rangka pemulihan lokasi, penghijauan atau reboisasi.

Summary dan Tips Mendaki Gunung Semeru

  • Headlamp, Trekking Pole (optional) dan syal untuk melindungi kepala atau pundak kamu dari terik matahari sekaligus bisa digunakan untuk melindungi dari debu merupakan perlengkapan yang wajib dibawa. 
  • Sediakan obat-obatan khusus jika kamu memiliki penyakit yang perlu penanganan cepat/khusus seperti obat mag, obat diare, oksigen, obat alergi dan lain-lain. 
  • Bawalah plastik untuk baju dan lain-lain, terutama diperlukan ketika hujan turun. 
  • Daypack (tas berukuran kecil ±30 liter) untuk membawa makanan dan minuman serta barang-barang seperti kamera dll akan diperlukan ketika melakukan summit attack karena carrier tidak memungkinkan untuk dibawa ke puncak. 
  • Persediaan air terdapat di Ranu Kumbolo dan Kalimati 
  • Jika anda ragu dengan rute perjalanan menuju puncak usahakan untuk bergabung dengan tim pendaki lain yang menguasai rute semeru atau gunakan jasa porter/guide. 
  • Untuk di medan tertentu usahakan untuk menjaga jarak antara satu sama lain, dengan begitu dapat meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan dan biasakan untuk menggunakan kode-kode khusus yang bisa dimengerti tim, misal dimedan berbatu gunakan istilah “Rock” untuk mengindikasikan bahwa ada benda atau batuan yang jatuh yang mungkin bisa membahayakan rekan pendaki lainnya. 
  • Umumnya Summit attack biasanya dimulai pada pukul 02.00 dini hari, tapi sebagian orang berangkat lebih cepat dengan pertimbangan gerak mereka yang lebih lambat. 
  • Pada siang hari angin cenderung bertiup ke arah utara menuju puncak Semeru membawa gas beracun dari kawah Jonggring Saloka, biasanya sebelum jam 9 atau 10 siang para pendaki sudah harus turun dari kawasan puncak Mahameru. 
  • Terdapat banyak kasus dimana barang-barang elektronik seperti kamera mengalami kerusakan dikarenakan debu-debu yang masuk, pertimbangkanlah untuk menggunakan pelindung ekstra.

 

Info Wisata Copyright © 2014 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates